Senin, 03 Februari 2014

Presiden SBY pun makan Tahu Sumedang SARI BUMI

Mengawali Bulan Februari 2014 ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono dan rombongan telah bertolak menuju Sumedang, Jawa Barat, pada Pukul 09.00 WIB, Minggu (2/2)  dari kediaman Puri Cikeas  dalam rangka   kunjungan kerja ke beberapa wilayah di Jawa Barat dan Pekalongan, Jawa Tengah.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan mengawali kunjungan kerja ke Sumedang, Jawa Barat, Senin (3/2).  Kepala Negara dijadwalkan akan mengunjungi Pabrik Tahu Sari Bumi, dilanjutkan, meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumedang.

Selanjutnya, Presiden SBY diagendakan mendengarkan laporan pembangunam megaproyek berbagai infrastruktur, seperti pembangunan Bandar Udara Internasional Jawa Barat, Kertajati, dan pembangunan Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan), serta Jalan Tol Cikapali (Cikampek-Palimanan).

Senin, 21 Januari 2013

Sejarah Tahu Sumedang


Sejarah Tahu Sumedang:

Menurut sejarah yang berkembang Ong Kino adalah tokoh yang disebut-sebut pencipta dan  memproduksi "Tou Fu" (dari bahasa Tionghoa, Hokkian "tau hu") (Tao=Kacang, Hu=Lumat) bahasa China disebut ”daging tak bertulang” lama lama sebutannya menjadi "TAHU". Maksud hati hanya ingin membahagiakan Istri tercinta dengan membuat makanan yang satu ini. Ternyata Tuhan berkehendak lain, makanan yang satu ini malah menjadi salah satu makanan yang terkenal di Indonesia. 

Sekitar tahun 1928, konon suatu hari tempat usahanya, didatangi oleh Bupati Sumedang, Pangeran Soeria Atmadja yang kebetulan tengah melintas dengan menggunakan dokar dalam perjalanan menuju Situraja.

Kebetulan, sang Pangeran melihat seorang kakek sedang menggoreng sesuatu. Pangeran Soeria Atmadja langsung turun begitu melihat bentuk makanan yang amat unik serta baunya yang harum. Sang bupati, Pangeran Soeria Atmadja kemudian bertanya kepada sang kakek, "Maneh keur ngagoreng naon? (Kamu sedang menggoreng apa?)". Sang kakek berusaha menjawab sebisanya dan menjelaskan bahwa makanan yang ia goreng berasal dari Tou Fu China. Karena penasaran, sang bupati langsung mencoba satu. Setelah mencicipi sesaat, bupati secara spontan berkata dengan wajah puas, "Enak benar masakan ini! Coba kalau kamu jual, pasti laris!".